Granada 1-2 Real Madrid. Granada Bentuk Barisan Kehormatan Menghormati Juara Liga - MadridOne
Headlines News :
Home » » Granada 1-2 Real Madrid. Granada Bentuk Barisan Kehormatan Menghormati Juara Liga

Granada 1-2 Real Madrid. Granada Bentuk Barisan Kehormatan Menghormati Juara Liga

Written By Madridone Indonesia on Minggu, 06 Mei 2012 | 5/06/2012

Sang Juara liga bangkit membalikkan keadaan dan mengakhiri laga dengan 97 poin; Gol bagi Real Madrid dicetak Ronaldo dari titik penalti dan gol bunuh diri yang dilakukan Cortes
.
Real Madrid tinggal satu kemenangan guna membukukan rekor 100 poin di La Liga. Tim Jose Mourinho meraih kemenangan di Granada dengan begitu banyak muka baru dalam susunan starting line-up. Tuan rumah berjuang keras dan mencetak gol pembuka, namun setelah turun minum Real Madrid tampil habis-habisan memburu kemenangan.
Adan, Varane, Albiol, Sahin, dan Granero, tampil jadi starter. Granada yang membutuhkan satu poin guna menghindari degradasi tampil agresif di awal dengan mencetak gol di menit keempat melalui Jara yang berhasil mengelabui Adan.

Mereka terus memburu gol tambahan dan Adan serta Marcelo dipaksa bekerja keras melakukan penyelamatan di menit keenam. Real Madrid bermain lebih rileks dibanding biasanya dan tim tuan rumah memanfaatkannya dengan bermain lebih intensif. Dengan tinjunya, Adan menghalau tendangan bebas di menit ke-20 dan perlahan Real mulai mendominasi pertandingan; tembakan jarak jauh Sahin di menit ke-35 masih melambung di atas mistar dan Ronaldo nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulannya yang tipis melenceng dari target di menit ke-41.

Di babak kedua, Xabi Alonso dan Higuain masuk menggantikan Sahin dan Kaka, performa tim pun mulai meningkat. Julio Cesar menggagalkan sepakan Benzema di menit ke-58 dan semenit kemudian Callejon masuk lapangan menggantikan Di Maria. Cristiano Ronaldo nyaris mencetak gol meneruskan umpan silang, pertanda Si Putih layak mendapatkan gol. Striker Portugal itu kembali mendapat peluang emas, namun sepakannya dapat diselamatkan Julio Cesar di menit ke-63.

Moises melakukan pelanggaran terhadap Ronaldo di kotak terlarang dan Madridista berhasil mengkonversi penalti menjadi gol. Si Putih bernafsu mencetak gol tambahan dan Granada mulai gugup setelah kebobolan, hasilnya Cortes mencetak gol bunuh diri di injury time (menit ke-92) saat mengantisipasi umpan silang Benzema yang gagal diselesaikan Higuain

 
Granada membentuk barisan kehormatan bagi Juara Liga

 Real Madrid menerima penghargaan itu di Stadion Nuevo Los Carmenes
Granada membentuk barisan kehormatan guna menghormati juara liga Real Madrid sebelum kick-off.
Share this article :

3 komentar :

  1. hahahaa....juara la liga menang lawan granada karna own goal....hihihihhii kasian...
    jadi apa yg perlu dihormatin...
    mudah2han pemain granada ngga disogok ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fans Barca? Kasiaann hahahahaha..... jangan nangis ya, taun ini klu kalah di CDR Barcrot tanpa gelarrrr wkwkwkwkwkwk....

      Hapus
  2. Published On: Fri, Aug 19th, 2011
    Bola | by Fitra Firdaus G+
    Jose Mourinho: Real Madrid Bermain Layaknya Lelaki (?)

    Jose Mourinho mungkin bisa memenangi banyak gelar bersama Porto, Chelsea, dan Internazionale Milan. Tapi, untuk Real Madrid, Mourinho mesti menyiapkan tenaga ekstra. Alasannya mudah. Real Madrid memiliki Barcelona, lawan abadi yang sukses melewati mereka dalam hampir semua ajang di tingkat domestik dan Eropa.

    Satu-satunya gelar yang bisa direbut Mourinho dari Barcelona sejak ia menangani Real Madrid hanyalah Piala Raja (Copa del Rey). Selebihnya, La Liga, Liga Champions, dan terakhir Piala Super Spanyol, menjadi milik Barcelona.

    Entah karena kalah bersaing atau terbiasa bermulut besar, pasca kekalahan dari Barcelona, Mourinho berkoar dengan menyebutkan bahwa Barcelona hanyalah ‘tim kecil’. Alasannya bukan karena Real Madrid nyatanya bisa mengimbangi El Barca dalam dua laga Piala Super Spanyol awal musim ini. Melainkan, karena kejadian setengah konyol.

    Kata Mourinho tentang Piala Super Spanyol, “Real Madrid telah memberikan penampilan spektakuler sejak menit pertama hingga terakhir. Kami datang ke sini (Camp Nou) untuk bermain. Yang saya katakana bukanlah kritik. Saya hanya memaparkan fakta: tidak ada ball boys (pemungut bola untuk pemain) pada babak kedua yang hanya bisa dilakukan oleh tim kecil ketika menghadapi kesulitan (atas lawannya). Saya tidak akan berkata bahwa kami bahagia tidak memenangkan Piala Super Spanyol. Jika berkata demikian, tentu saya munafik. Tapi kami (Real Madrid) bermain seperti lelaki dan tidak jatuh hanya karena kontak fisik ringan.”

    Mourinho boleh berkata seperti itu. Yang jelas, semua orang di dunia menyaksikan bahwa pemain Real Madrid lebih suka bermain kung fu ketika berhadapan dengan Barcelona, termasuk tackle tolol Marcelo pada Cesc Fabregas di menit-menit akhir pertandingan; yang membuat rekor pemain Madrid terkena lima kartu merah dalam tujuh laga menghadapi Barcelona.

    BalasHapus

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MadridOne - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger